Selasa, 13 September 2016

PANDUAN MENULIS ESSAY

PENULISAN ESSAY

Essay adalah sebuah tulisan yang mengandung opini, pandangan, atau ekspresi pribadi mengenai sebuah hal yang sedang berlangsung di masyarakat. Essay sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Essay informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan saya dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembaca. Adapun essay yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.
Untuk pembuatan essay dibutuhkan tahapan – tahapan yang sistematis sehingga essay terstruktur. Langkah – langkah pembuatan essay adalah :

1.    DEFINISIKAN PERTANYAAN, ANALISIS PERMASALAHAN DAN SOLUSI YANG DITAWARKAN
Dalam tahap ini, penulis harus mampu memahami maksud dari pertanyaan dengan baik. Identifikasi kata-kata kunci yang terkandung di dalam pertanyaan yang diberikan tersebut, lalu analisis apa kira-kira jawaban yang diinginkan atas permasalahan tersebut.

2.    LAKUKAN PENELITIAN MENGENAI TOPIK 
Jika bisa, mulailah membaca untuk keperluan essay 4 sampai 5 minggu sebelum penulisan. Tahap ini akan memberikan waktu yang cukup untuk mempelajari topik sekaligus mengembangkan argumen. Ingatlah untuk membaca sesuai kebutuhan, tanyalah diri sendiri :
”Apakah bacaan ini bermanfaat bagi topik atau argumen saya?”
”Apakah ini dapat mendukung jawaban saya?”
”Apakah saya harus membaca hal-hal lainnya agar dapat menjawab pertanyaan dari essay?”

3.    MENCATAT
•       Sangat penting untuk mencatat seluruh referensi dari buku yang dibaca.
•       Ketika sedang mencatat, perhatikan perbedaan antara merangkum dan memfrase ulang. Memfrase ulang dan merangkum dapat berguna sebagai alternatif dalam menggunakan kutipan-kutipan langsung. Memfrase ulang yaitu mengulang bagian paling banyak dari sebuah bacaan, sedangkan rangkuman hanya berisi poin-poin utama. Dalam kedua hal, bagaimanapun, Anda harus mereferensikan informasi tersebut ke pengarang aslinya.
•       Kaji catatan yang sudah dibuat untuk mengidentifikasi adanya bagian-bagian catatan yang terlewati.

4.    MENYUSUN IDE DAN MENULIS ESSAY
Dalam tahap ini, yang terpenting adalah untuk memulai menyusun catatan ke dalam suatu bentuk jawaban. Putuskan data mana yang akan digunakan. Hasil kajian catatan tadi, harus ditunjang contoh-contoh yang dapat mendukung atau memperkuat jawaban permasalahan. Tentukan poin mana yang akan dibahas terlebih dahulu dan selanjutnya. Tulis poin - poin yang telah ditentukan sebelumnya lalu buat rancangan kasar untuk pembuatan essay. Buatlah kerangka tulisan untuk melihat apakah sttuktur dari essay sudah sesuai atau belum. Susunlah essay anda dalam cara yang paling efektif untuk mengkomunikasikan ide dan jawaban-jawaban permasalahan.
            Seluruh essay sebaiknya menyertakan struktur sebagai berikut :
a.     Pendahuluan
Pendahuluan adalah bagian dimana menjawab pertanyaan dan menyediakan rangkuman dari isi argumen. Ceritakan pada pembaca apa argumen yang akan dicetuskan dan kenapa argumen itu adalah jawaban yang tepat. Buatlah pendahuluan singkat dan padat, serta tampilkan semua ide di dalamnya.
b.     Isi
Isi adalah bagian dimana untuk menjawab pertanyaan dengan cara mengembangkan argumen-argumen selanjutnya. Disini dapat dikeluarkan seluruh pengetahuan dan informasi yang dimiliki berkaitan dengan jawaban. Gunakan contoh - contoh yang relevan serta kutipan - kutipan untuk mendukung argumen. Sangat penting untuk menyusun struktur isi sebaik mungkin. Jika pertanyaan yang ada terdiri dari beberapa bagian, perlulah membuat susunan isi yang berkaitan dengan setiap bagian dari pertanyaan tersebut.
c.     Kesimpulan
Kesimpulan harus merujuk pada bagian pendahuluan serta menunjukkan bahwa itu telah menjawab pertanyaan yang ada. Sambungkan kembali dengan argumen - argumen dan kaitkan jawaban ke pertanyaannya.


YUK, MENULIS ESSAY!!!

SUKSES ORGANISASI !!!  SUKSES PRESTASI !!!

Senin, 22 Agustus 2016

UPN MENGAJAR


Penyebaran fasilitas pendidikan yang kurang merata merupakan sebuah fenomena yang patut diperhatikan. Mengingat pendidikan merupakan cita-cita bangsa yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan tingginya cita-cita bangsa tersebut, berbagai sarana dan prasarana penunjang pendidikan tentunya menjadi sebuah sorotan yang penting dalam dunia pendidikan, khususnya di era globalisasi yang semakin berkembang setiap harinya.

Keberadaan program wajib belajar yang dicanangkan oleh pemerintah menjadi sebuah momok besar bagi wilayah-wilayah yang minim akses pendidikan, bahkan tidak sedikit wilayah yang masyarakatnya tidak pernah menanamkan pendidikan formal sebagai sebuah pendidikan wajib dalam hidup mereka. Hal ini merupakan sebuah kontradiksi yang menyedihkan dari sebuah mimpi besar bangsa Indonesia. Sebuah harapan besar yang sebenarnya merupakan kewajiban seluruh bangsa Indonesia untuk mewujudkannya.

Gerakan UPN Mengajar dibentuk dalam rangka memaksimalkan peran mahasiswa sebagai orang terdidik yang memiliki kewajiban untuk mendidik. Bagi masyarakat di daerah yang bisa dibilang kurang adanya akses pendidikan untuk mereka. pendidikan jelas menjadi sesuatu hal yang ekslusif dan sulit untuk didapatkan. Pendidikan bukanlah barang murah yang dapat dengan mudah dirasakan oleh seluruh masyarakat. Keterbatasan fasilitas pendidikan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya fenomena tersebut. Selain itu, minimnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan juga berpengaruh besar terhadap keinginan masyarakat untuk bersekolah dan menyekolahkan anak cucu mereka hingga memperoleh pendidikan tinggi.

Gerakan UPN Mengajar ini merupakan salah satu jalan yang dapat ditempuh oleh mahasiswa untuk menginspirasi dan memotivasi masyarakat, guru, orangtua, dan peserta didik di lokasi aksi agar memiliki cita-cita yang tinggi untuk berpendidikan dan bersekolah tinggi. Melalui Gerakan UPN Mengajar mahasiswa dapat berkontribusi dalam meninggkatkan angka partisipasi, angka melanjutkan sekolah, serta memberantas buta huruf di Indonesia. Langkah-langkah kecil inilah yang diharapkan dapat menuju sebuah perubahan besar bagi Indonesia yang lebih baik.

COME JOIN US ... !!!

PROFIL UKM PENALARAN DAN KREATIVITAS


UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Penalaran dan Kreativitas UPN "Veteran" Jawa Timur adalah salah satu UKM di UPN "Veteran" JATIM yang memfasilitasi minat mahasiswa di bidang penalaran, inovasi dan sosial kemasyarakatan. UKM Penalaran dan Kreativitas adalah salah satu fasilitas bagi mahasiswa untuk dapat mengembangkan kreatifitas di lingkup pewujudan analisa, ide dan berbagai gagasan solutif dalam menyambung kehidupan bangsa dan negara serta perwujudan bentuk bela negara dengan mengadakan sebuah forum sosial sebagai perwujudan ide dan gagasan dalam bentuk UPN Mengajar sebagai sarana mencerdaskan anak bangsa. 

Sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa di bidang ilmu pengetahuan, inovasi, nalar mahasiswa dan sosial kemasyarakatan. Organisasi ini berusaha untuk berperan serta dalam membentuk dan mengarahkan serta mengembangkan para pemikir dan pejuang masa depan bangsa dalam rangka membentuk idealisme mahasiswa melalui pemikiran dari pola pikir yang lebih logis, ilmiah dan berkualitas yang di imbangi dengan semangat kejuangan sebagai bentuk Bela Negara.

Mahasiswa sebagai objek konkret dalam mengisi dan keberlanjutan UKM Penalaran dan Kreativitas UPN "Veteran" JATIM, diharapkan dapat melangsungkan keberlanjutan perkembangan bakat nalar terpendam mereka dalam memenuhi peran dan fungsi yang telah mereka sandang yakni mahasiswa sebagai Agent of Change, Social Control dan Iron Stock serta Moral Force dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai bentuk pengabdian dan Bela Negara